Selasa, 12 Januari 2010

PENGERTIAN TEKNIK HIDUP DI ALAM BEBAS (THDB)/SURVIVAL


Teknik Hidup di Alam Bebas (THDB) atau dikenal juga dengan istilah SURVIVAL adalah merupakan cara-cara/usaha yang dilakukan manusia untuk keluar dari kesulitan yang dihadapinya dalam kegiatan/aktivitas di alam bebas. Bagi mereka yang biasa beraktivitas di alam bebas kesulitan bisa jadi datang karena beberapa faktor, yang secara umum bisa dikelompokkan menjadi 2 yaitu :
  1. Faktor yang berasal dari dalam diri, diantaranya keadaan mental, fisik atau kesehatan
  2. Faktor yang berasal dari luar diri, diantaranya berupa keadaan cuaca, medan, binatang, tumbuhan atau musuh.
THDB/Survival dapat dilakukan oleh seorang petualang atau petugas khusus. Bagi seorang petualang, THDB/Survival merupakan keterampilan yang ditujukan bagi dirinya pribadi untuk melepaskan diri dari sebuah kesulitan. Sedangkan bagi petugas khusus, THDB/Survival selain ditujukan bagi dirinya juga ditujukan bagi orang yang berada dibawah pengawasan atau tanggungjawabnya, seperti seorang nakhoda kapal laut komersial, kemampuan THDB/Survivalnya selain ditujukan bagi dirinya sendiri juga ditujukan bagi para penumpang manakala mengalami sebuah kesulitan. Bahkan bagi petugas khusus hendaknya kepentingan orang yang berada dalam tanggungjawabnya lebih diutamakan daripada dirinya sendiri.

Di lingkungan militer, survival memiliki kepanjangan sendiri, yaitu sebagai berikut :
S = Sadarilah sungguh-sungguh situasimu
U = Untung malang bergantung pada ketenanganmu
R = Rasa takut dan panik harus dikuasai
V = Vakum/kekosongan jiwa isilah segera
I = Ingatlah dimana kamu berada
V = Viva (hidup) hargailah
A = Adat Istiadat setempat perlu ditiru
L = Latihlah dirimu dan belajarlah selalu

Bila kita perhatikan uraian kepanjangan dari survival tersebut di atas, kita akan mendapatkan gambaran tentang apa dan bagaimana pengertian THDB/survival.

Kamis, 05 November 2009

ANGGOTA CHANDRA BUANA

Dari enam peserta DIKLATSAR, ternyata hanya empat orang yang berhasil menempuh ujian selanjutnya, mulai dari persami, perjalanan pendek dan perjalanan panjang. Satu anggota muda gugur karena pindah kuliah tidak lagi di jurdik Biologi (poho deui ngarana). Dan satu anggota tidak mampu memenuhi kewajiban perjalanan sebagai anggota muda. Inilah kami, para punggawa Chandra Buana :
1. Dikdik "Dik's" Kurniadi dengan NPA : BF 043 Chandra Buana
2. Dadang "Adong" Kustiawan dengan NPA : BF 045 Chandra Buana
3. Asep "Tate" Sunardi dengan NPA : BF 046 Chandra Buana
4. Ela Yulaela Paransa dengan NPA : BF 047 Chandra Buana

Satu kebanggaan bagi kami, salah satu anggota Chandra Buana menyalip Nomor Pokok Anggota (NPA) angkatan diatasnya, angkatan Elang Perkasa, yaitu Dikdik "Dik's" kurniadi. Dan setelah kami resmi menjadi anggota biasa dengan mendapat NPA, langsung diadakan MUDAT (Musyawarah Adat) berhubung saat itu tengah terjadi kegentingan karena Biocita Formica kekurangan stok leader dan 'pemerintahan' dipegang Dewan Adat dari anggota-anggota senior yang sudah beraktivitas diluar kampus. Hasil Mudat memutuskan, Dikdik "Dik's" Kurniadi sebagai Kadat.

CHANDRA BUANA

Salah Satu angkatan dari KPA Biocita Formica adalah Chandra Buana. Berawal dari pertemuan di lab kimia, saat tingkat I di jurdik Biologi IKIP Bandung (doeloe), 6 orang mahasiswa baru bersepakat untuk mengikuti DIKLATSAR KPA BIOCITA FORMICA. Mereka adalah Dikdik "Dik's" Kurniadi, Dadang 'Adong' Kustiawan, Asep 'Tate' Sunardi, Endang Suwarman, Ela Yulaela Paransa dan (poho deui ngarana).

Enam orang mahasiswa baru ini, mengikuti DIKLATSAR di gunung bukit tunggul. Dengan berbagai sukadukanya, akhirnya keenam mahasiswa baru ini berhasil menyelesaikan tahapan-tahapan DIKLATSAR. Sebelum resmi menyandang nama angkatan Chandra Buana, terlebih dahulu terjadi perdebatan sengit diantara sesama siswa perihal nama angkatan. Satu grup mengusulkan nama angkatan "Busur 115" berdasarkan pengalaman saat melalukan pemetaan mengaplikasikan IMPK/Navigasi Darat, grup ini telah melenceng jauh dari target 115 derajat, hingga nyaris masuk sarang babi hutan. sementara satu grup mengajukan usul "Banyu Mukti" berdasarkan pengalaman selama kegiatan DIKLATSAR keberadaan air selalu melimpah. Kedua grup saling mempertahankan nama usulannya dan mencari kelemahan. Pengusul "Busur 115" menganggap nama "Banyu Mukti" seperti nama sebuah kampung saja, sedangkan pengusul "Banyu Mukti" menganggap"Busur 115" akan dikenang sebagai angkatan kesasar. So ...!? Tapi kami mengedepankan persaudaraan. Tak lantas terjadi perdebatan panjang, terlebih saat itu sudah larut malam dan esok hari harus kuliah. Sebuah ilham berkelebat dalam lintasan fikiran Adong, dia usulkan untuk nama angkatan adalah Chandra Buana, berdasarkan pengalaman selama perjalanan DIKLATSAR senantiasa diterangai cahaya rembulan (romantiis pisann. euy..!). kami pun bersepakat itulah nama angkatan Kami "CHANDRA BUANA". Meskipun tidak sedikit dari senior yang "ngece" Chandra Buana terkesan ini itu, namun kami tetap teguh sekali CHANDRA BUANA tetap TSA (Tabah Sampai Akhir)


By : BF 043 Chandra Buana